-
Apa itu Tyre Coupling?


Tyre coupling adalah jenis flexible coupling yang menggunakan elemen elastomer berbentuk ban (tyre) dari karet atau polyurethane untuk menghubungkan poros motor dengan poros pompa. Elemen elastomer ini berfungsi mentransmisikan torsi sekaligus menyerap getaran, kejutan (shock load), dan mengkompensasi sedikit ketidaksejajaran (misalignment) antara kedua poros.
Tyre coupling banyak digunakan pada:
-
-
- Pompa sentrifugal
- Fan dan blower
- Conveyor
- Kompresor ringan
- Mixer dan agitator
-
-
Cara Kerja
Motor menghasilkan putaran yang diteruskan ke flange pertama. Torsi kemudian diteruskan melalui elemen karet (tyre) menuju flange kedua yang terhubung ke pompa.
Karena menggunakan elemen elastomer, coupling mampu:
-
-
- Meredam getaran motor
- Mengurangi beban ke bearing
- Mengurangi suara (noise)
- Menahan sedikit kesalahan alignment
-
-
Contoh Kasus Pemasangan Pompa
Misalkan terdapat spesifikasi berikut.
Motor:
-
-
- Daya = 22 kW
- Putaran = 450 rpm
-
Pompa:
-
-
- Centrifugal pump
- Service factor = 1,3
-
Hitung torsi yang harus ditransmisikan.
Langkah 1. Hitung Torsi Motor
Rumus:

dimana
-
-
-
- T = torsi (Nm)
- P = daya (kW)
- n = rpm
-
-
![]()
Langkah 2. Gunakan Service Factor
Karena pompa mengalami beban start dan variasi beban ringan, gunakan service factor 1,3
Tdesign=145×1,3
Tdesign= 189 Nm
Artinya coupling minimal harus mampu mentransmisikan sekitar 190 Nm.
Langkah 3. Memilih Coupling
Misalnya katalog menunjukkan:
| Ukuran Tyre Coupling | Rated Torque |
| Size 40 | 140 Nm |
| Size 50 | 220 Nm |
| Size 60 | 380 Nm |
Karena kebutuhan 190 Nm, maka dipilih Size 50.
-
Mengapa Tyre Coupling Cocok untuk Pompa?
Pada pompa sentrifugal sering terjadi:
-
-
- getaran dari impeller
- ketidaksejajaran kecil akibat pondasi
- ekspansi termal
- hentakan saat start motor
-
Tyre coupling membantu:
-
-
- menyerap getaran
- memperpanjang umur bearing
- mengurangi kerusakan mechanical seal
- mengurangi beban pada poros
-
Misalignment yang Dapat Ditoleransi
Secara umum
| Jenis Misalignment | Kisaran |
| Angular | 3–4° |
| Parallel | 3–6 mm |
| Axial | 4–8 mm |
Nilai aktual bergantung pada ukuran dan merek coupling.
-
Kelebihan Tyre Coupling
-
Sangat Baik Menyerap Getaran
-
Elastomer bekerja seperti pegas sehingga getaran motor tidak langsung diteruskan ke pompa.
-
-
Mengurangi Shock Load
-
Saat motor start, torsi awal cukup besar. Tyre coupling mampu meredam hentakan tersebut.
-
-
Toleransi Misalignment Besar
-
Tidak perlu alignment yang sangat presisi seperti gear coupling.
-
-
Tidak Memerlukan Pelumasan
-
Tidak ada grease. Perawatan menjadi sederhana.
-
-
Mudah Mengganti Elemen Karet
-
Biasanya cukup melepas baut flange. Motor tidak perlu dipindahkan jauh.
-
-
Mengurangi Noise
-
Karena elastomer menyerap getaran
-
Kekurangan Tyre Coupling
-
-
Karet Memiliki Umur Terbatas
-
Panas, oli, atau bahan kimia dapat mempercepat kerusakan elastomer.
-
-
Tidak Cocok untuk Torsi Sangat Besar
-
Untuk aplikasi heavy-duty seperti rolling mill atau crusher, gear coupling lebih sesuai.
-
-
Tidak Tahan Temperatur Tinggi
-
Umumnya suhu kerja sekitar 70–80°C (tergantung material elastomer). Pada suhu lebih tinggi, elastomer dapat mengeras atau retak sehingga umur pakainya berkurang.
-
-
Tidak Cocok untuk Putaran Sangat Tinggi
-
Pada putaran tinggi diperlukan balancing yang lebih ketat.
-
Penyebab Kerusakan Tyre Coupling
Beberapa penyebab yang sering dijumpai:
-
-
- alignment buruk
- overload
- elemen karet menua
- terkena oli
- temperatur tinggi
- baut flange longgar
-
Gejala:
-
-
- getaran meningkat
- suara berisik
- retak pada tyre
- serpihan karet
- pompa sering trip akibat getaran
-
-
Alternatif Coupling yang Lebih Ekonomis
Berikut beberapa pilihan yang umumnya lebih ekonomis dibanding tyre coupling untuk aplikasi pompa ringan hingga menengah.
| Jenis Coupling | Harga | Perawatan | Kemampuan Redam
Getaran |
Aplikasi |
| Jaw Coupling | Sangat ekonomis | Rendah | Baik | Pompa kecil–menengah |
| Pin Bush Coupling | Ekonomis | Sedang | Baik | Pompa dan blower |
| Tyre Coupling | Menengah | Rendah | Sangat baik | Pompa sedang–besar |
| Grid Coupling | Lebih mahal | Sedang | Sangat baik | Shock load tinggi |
| Gear Coupling | Mahal | Tinggi | Rendah | Torsi besar |

Kelebihan:
-
-
-
- Harga paling ekonomis.
- Mudah diperoleh.
- Penggantian spider cepat.
- Perawatan sederhana.
-
-
Kekurangan:
-
-
-
- Toleransi misalignment lebih kecil dibanding tyre coupling.
- Tidak sebaik tyre coupling dalam meredam getaran.
-
-
Sangat cocok untuk pompa hingga sekitar 15–30 kW dengan beban relatif stabil.
Menggunakan pin baja dengan bushing karet.
Lebih murah daripada tyre coupling dan cukup baik untuk pompa berukuran sedang.

-
-
Grid Coupling
-

Menggunakan pegas baja (grid spring).
Lebih mahal tetapi mampu menahan shock load yang tinggi.

Digunakan jika:
-
-
-
- torsi sangat besar,
- ukuran pompa besar,
- kondisi operasi berat.
-
-
Namun memerlukan pelumasan berkala dan biaya perawatan lebih tinggi.
Kesimpulan
Tyre coupling merupakan pilihan yang sangat baik untuk menghubungkan motor dan pompa karena mampu mentransmisikan torsi sekaligus meredam getaran, mengurangi shock load, dan mengakomodasi sedikit misalignment. Pada contoh motor 22 kW, 1.450 rpm, kebutuhan torsi desain sekitar 190 Nm, sehingga coupling dipilih berdasarkan rated torque yang melebihi nilai tersebut dengan mempertimbangkan service factor.
Jika prioritas utama adalah biaya awal yang rendah, jaw coupling atau pin bush coupling sering menjadi alternatif yang lebih ekonomis. Namun, bila aplikasi memiliki getaran tinggi, sering start-stop, atau membutuhkan perlindungan lebih terhadap bearing dan mechanical seal, tyre coupling umumnya memberikan biaya kepemilikan (life cycle cost) yang lebih baik meskipun harga awalnya lebih tinggi.
Dapatkan tyre coupling merek Challenge (UK) berkualitas tinggi di Central Technic. Elastomer tyre coupling Challenge memiliki lapisan benang penguat (fabric reinforcement) di bagian dalam karet sehingga lebih awet dan meningkatkan kinerja.